Minggu, 25 Maret 2012

DIMENSI IBADAH

Diriwayatkan dari Abu Dzar ra, ia berkata, “Orang-orang berkata kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi, mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka’.

Nabi bersabda, ‘Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu yang dengannya engkau bisa bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah, dan bersetubuh (dengan istrinya) adalah sedekah’. Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami mendapatkan pahala sedangkan ia melampiaskan syahwatnya?’ Rasulullah bersabda, ‘Bukankah seseorang yang menyalurkan syahwatnya pada yang haram ia memperoleh dosa? Demikian pula jika ia menempatkan syahwatnya pada yang halal maka ia pun akan mendapatkan pahala’.” (HR Muslim).

Ketika kita diserbu oleh pesona iklan yang luar biasa dari banyak produk, impian pun melambung tinggi untuk segera memilikinya, seperti rumah, kendaraan, elektronik, atau perkakas rumah yang serbamewah. Ketika gaya hidup mewah sudah menyergap, korupsi menjadi mata pencaharian, maka banyak orang yang berada di bawah garis kemiskinan, hanya bisa gigit jari. Ada yang apatis, muak, jengah, namun tak urung ada pula yang terjerat dalam hayalan yang berkepanjangan.

Di tengah interaksi kehidupan Nabi dan para sahabatnya, bukan tidak ada orang yang kaya raya. Namun, bagaimana kekayaan yang mereka miliki justru dipersembahkan untuk sesuatu yang lebih agung, lebih luhur, dan abadi, yakni di jalan Allah. Sehingga, cita-cita dan obsesi para sahabat yang miskin yang melihatnya pun bukan untuk memiliki harta yang melimpah ruah, kendaraan yang mewah, istana yang megah, atau baju yang indah seperti mereka. Namun, bagaimana mereka juga bisa beramal seperti sahabat yang kaya demi kebahagiaan di akhirat. (QS al-A‘la: 16-17, dan adh-Dhuha: 4).

Hadis di atas mengajarkan kepada kita bahwa dimensi ibadah dalam Islam itu begitu luas. Bukan hanya sebatas harta, namun juga menjangkau banyak sisi kehidupan yang nyaris semua orang bisa melakukannya, tergantung lemah dan kuatnya niat. Jika tidak kuat secara materi maka bisa melalui fisik, pikiran, atau apa pun yang kita mampu. Bukankah tasbih, tahmid, dan tahlil nyaris tidak membutuhkan pengorbanan fisik dan materi sedikit pun dari pelakunya? Demikian pula amar makruf nahi mungkar.

Bahkan, ketika sepasang suami-istri menunaikan haknya masing-masing, di mana mereka bisa mereguk nikmatnya berkeluarga, justru di situ pun terbentang pahala. Karena, ketika hal itu disalurkan kepada yang haram maka pelakunya akan menuai dosa.
Demikian pula dengan perilaku seseorang ketika makan, minum, berbisnis, berjalan, belajar, bekerja, berbicara, menelepon, facebook-an, chatting, berinteraksi dengan sesama, dan aktivitas lainnya, semua itu tetap bernilai ibadah, sepanjang berada dalam koridor yang halal, menjalankan ketaatan, atau menghindari larangan. Karena itu, banyak ruang dan tempat untuk meraih keridaan Allah. Wallahu a‘lam bish-shawab.


Redaktur: Heri Ruslan

Senin, 19 Maret 2012

Fernando Torres Lega Akhiri Paceklik Gol
"Saya membutuhkan gol itu. Saya sudah bekerja keras untuk bisa mendapatkannya."
Senin, 19 Maret 2012, 03:14 WIB
Haryanto Tri Wibowo


Fernando Torres merayakan gol saat Chelsea melawan Leicester (REUTERS/Stefan Wermuth)
VIVAbola - Fernando Torres mengaku lega mengakhiri paceklik gol usai mencetak dua gol saat Chelsea melawan Leicester City di perempat final Piala FA, Minggu 18 Maret 2012. Torres menegaskan dirinya membutuhkan dua gol tersebut.
Sebelum menghadapi Leicester, Fernando Torres tidak pernah mencetak gol selama 25 jam 41 menit ketika aktif bermain untuk Chelsea. Terakhir, striker yang dijuluki El Nino tersebut mencetak gol ke gawang Genk di ajang Liga Champions, Oktober 2011.

Setelah bertubi-tubi mendapatkan cibiran, Torres akhirnya mencetak dua gol saat Chelsea mengalahkan Leicester 5-2 di Stamford Bridge. Dan mantan striker Liverpool dan Atletico Madrid itu mengaku sangat membutuhkan dua gol itu.

"Saya membutuhkan gol itu. Saya sudah bekerja keras untuk bisa mendapatkannya. Mungkin tugas seorang striker adalah mencetak gol, dan jika Anda tidak melakukannya, maka orang-orang berpikir Anda bermain buruk," papar Torres kepada ESPN.

Torres pantas menjadi bintang kemenangan Chelsea. Pasalnya, selain mencetak dua gol, Torres juga mencetak dua assist yang berujung pada gol Salomon Kalou dan Raul Meireles. Striker 27 tahun itu pun semakin percaya diri.

"Saya selalu mendapat dukungan di sini, dan saya mendapat kepercayaan dari manajer (Roberto Di Matteo) sekarang. Kami punya sejumlah pertandingan penting di depan," papar Torres.
• VIVAbola

LA TAHZAN

Hujjatul Islam: Syekh Aidh Al-Qarni, Dai dan Penulis Andal (2)

Senin, 19 Maret 2012 07:17 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Al-Qarni juga dikenal sebagai tokoh pembaruan di Arab Saudi dan berani menyuarakan kebenaran. Keberaniannya menyuarakan kebenaran ini sempat membuatnya merasakan jeruji besi pemerintah Al-Saud.

Ia mendekam dalam penjara selama 10 bulan pada 1996. Kesalahannya saat itu, ia bersama beberapa orang ulama muda Saudi lainnya berani berteriak lantang menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi atas undangan pemerintah Al-Saud. Sikap para ulama ini ditunjukkan melalui bait-bait syair yang mereka terbitkan.

Ayah dari tiga putera dan enam puteri ini kemudian ditempatkan di sebuah penjara khusus. Dalam sebuah wawancara dengan harian Republika beberapa tahun lalu, Al-Qarni mengungkapkan bahwa selama dipenjara ia banyak membaca buku tentang musibah dan problematika manusia, pembunuhan serta hubungan bapak dan ibu atau hubungan anak dan orangtua.

Ia terinspirasi untuk memberikan solusi pada orang-orang yang tertimpa masalah tersebut melalui tulisan. Berawal dari sinilah karyanya yang fenomenal Laa Tahzan tercipta.
Berlembar-lembar tulisan pun menjadi bukti ketekunannya dalam menjalankan hari-harinya di penjara. ''Sekitar 100 halaman pertama saya tulis di penjara,'' tuturnya.

Setelah keluar dari penjara, Aidh Al-Qarni melanjutkan tulisannya. Untuk menyelesaikan lembar-lembar itu, dia membutuhkan referensi 300 judul buku dalam berbagai bahasa. Hingga akhirnya, lahirlah buku Laa Tahzan yang diterjemahkan menjadi Jangan Bersedih dalam edisi Bahasa Indonesia.

Ia menyusun Laa Tahzan selama tiga tahun dan mengeditnya tiga kali setiap menulis satu bagian buku. Hasilnya sungguh fenomenal. Buku yang sudah diterjemahkan ke dalam 29 bahasa dunia ini telah diterbitkan oleh puluhan penerbit dan mencapai angka penjualan fantastis.
Di negara asal penulisnya, Arab Saudi, hingga triwulan pertama tahun 2006 buku itu sudah dicetak kurang lebih 1,5 juta eksemplar. Di Indonesia, buku ini juga sempat menjadi buku terlaris.

Kelebihan buku Al-Qarni terlihat pada bahasan-bahasannya yang fokus, penuh hikmah, dan selalu memberi jeda untuk merenung sebelum berlanjut pada bahasan berikut. Dalam bukunya pula, Al-Qarni mengajak pembaca agar tidak menyesali kehidupan, tidak menentang takdir, atau menolak dalil-dalil dalam Alquran dan sunah.

Sabtu, 17 Maret 2012

AKHLAK MULIA

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Sahabatku tercinta fillah, iman dengan ibadah, amal sholeh dan akhlak mulia itu segaris lurus, memang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan karena saling keterkaitan.

Semakin kuat iman seseorang, semakin nikmat ibadahnya, semakin semangat amal sholehnya dan semakin mulia akhlaknya, sebaliknya lemah iman, malas ibadah, tidak bergairah beramal sholeh dan akhlakpun menjadi kurang baik.

Karena itu perhatikan dalam Al-qur'an, iman ibadah, iman amal, iman akhlak (QS Al Mu'minuun1-10). Jadi orang beriman yang khusyu' ibadah itu akhlaknya mulia, setelah takbir iapun tebarkan salam, seseorang semakin mengenal Allah, semakin  menghinakan diri dihadapan Allah, maka tidak heran kalau seseorang banyak istigfar, buahnyapun ia sangat rendah hati pada umat manusia.

Sebagaimana sabda Rasulullah, "Semakin dalam iman seseorang maka semakin mulia akhlaknya".

Subhanallah, indahnya orang beriman itu sahabatku fillah.
Redaktur: Slamet Riyanto

Selasa, 13 Maret 2012

INTER OH INTER


Spanyol La Liga
13 Maret 2012
Villarreal
Getafe
Inter Milan akan mempertaruhkan nasib mereka di Liga Champions malam ini menghadapi Marseille. Menurut Anda dengan kekalahan 1-0 di leg pertama, bagaimana peluang Nerazzurri?








Ranieri Tak Takut Dipecat Inter

13-03-2012 16:42

 | Claudio Ranieri

Ranieri Tak Takut Dipecat Inter
Claudio Ranieri tak khawatir dipecat dari Inter © AFP
PEMAIN TERKAIT
TIM TERKAIT
FOTO PEMAIN TERKAIT
Bola.net - Claudio Ranieri berusaha tenang dan menegaskan jika masa depannya di Inter Milan tak akan bergantung pada hasil di Liga Champions akhir pekan ini kontra Marseille.

Posisi Ranieri tengah berada di ujung tanduk saat ini menyusul form buruk di Serie A, apalagi jika sampai Nerazzurri gagal membalikkan ketinggalan 1-0 dari pertemuan pertama dan terlempar dari kompetisi tertinggi Eropa itu.

"Saya tak pernah punya sensasi itu, tak pernah. Masa depan saya tidaklah penting. Saya adalah pelatih Inter musim ini, saya tak melihat mengapa masa depan saya akan bergantung pada laga lawan Marseille nanti," ujar Tinkerman.

"Tak mudah memang kalah lebih dari sebulan. Meski demikian, anak-anak selalu memberikan segala yang mereka miliki. Mereka terus bersemangat hingga detik akhir, juga di Verona (lawan Chievo), di mana kami mencetak gol di menit akhir dan itu adalah sebuah pernyataan sikap."

"Kami akan berusaha untuk mencetak gol tanpa kebobolan. Kami tahu kemampuan Marseille dalam serangan balik, kami tahu segalanya tentang mereka - kelemahan dan kekuatan mereka."

"Tak akan mudah melaju di Liga Champions karena Marseille adalah tim bagus, namun kami akan melakukan segalanya untuk bisa lolos," imbuh mantan pelatih Juventus dan AS Roma itu.

"Kami harus tetap fokus dan itu akan sangat fundamental karena kami tak boleh kebobolan. Kemenangan kemarin sudah memperbaiki moral kami, skuad ini kuat dan kami dalam kondisi bagus.

Selasa, 06 Maret 2012

Ishlah Al-Manthiq, Koreksi Atas Penyimpangan Bahasa

REPUBLIKA.CO.ID, Di masa selanjutnya, banyak pakar yang melakukan kajian terhadap Ishlah al-Manthiq. Bentuk kajian yang dilakukan sangat beragam, antara lain syarah yang ditulis oleh Abu Manshur Muhammad bin Ahmad al-Azhari al-Harawi (370 H) dan Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad al-Murisi (460 H). 

Ada pula kajian yang berbentuk ringkasan yang pernah ditulis oleh Abu Ali al-Hasan bin al-Mudhaffar an-Naisaburi (442 H) dan Syekh Abu Zakariya Yahya bin Ali al-Khathib at-Tibrizi (502 H).

Pokok Bahasan

Terdapat puluhan pola kata yang menjadi titik tolak pembahasan kitab Ishlah al-Manthiq. Ibnu as-Sikkit mengawali bahasannya dengan menyebutkan dua pola kata yang sama, tetapi mempunyai makna berbeda. Pola tersebut mengacu pada bentuk wazan fa’lin dan fi’lin

Berdasarkan pola ini, ada beberapa kata yang nyaris serupa, tetapi berbeda makna. Di antaranya adalah kata "hamlu" dan "himlu". Keduanya berasal dari pola dasar kata yang sama, tetapi dalam penggunaannya berbeda. Kata hamlu diartikan dengan sesuatu yang berada di dalam perut atau yang di atas ujung pohon. Sedangkan himlu berarti barang yang dibawa di atas punggung ataupun kepala.

Kata hamlu inilah yang menurut al-Farra menjadi asal kata hamil yang berarti mengandung. Kata hamil, kata dia, adalah kata sifat yang khusus diperuntukkan bagi perempuan.

Selanjutnya, Ibnu as-Sikkit menyebutkan kata yang berpola sama dan memiliki kesamaan arti, misalnya kata "hajj" dan "hijj" yang berarti kunjungan. Sama halnya dengan kata nahyun dan nihyun. Keduanya berarti larangan. Sedangkan dari wazan fi’lin dan fa’alin yang serupa makna seperti penggunaan kata najisun dan najasun yang berarti najis.

Pun demikian dengan kata "haraj" dan "hirj" yang sama-sama berarti kesulitan. Masih dalam wazan yang sama, tetapi berbeda makna, contohnya adalah kata "farijun" dengan "farajun". Farijun berarti laki-laki yang terbuka daerah kemaluannya, sedangkan farajun adalah hilangnya kesusahan dari seseorang.

Ibnu Sikkit juga memberikan catatan pula terhadap kata yang harus dibaca sesuai dengan tanda baca. Menurutnya, ini penting diperhatikan karena jika tidak sesuai, selain akan berefek pada makna yang berlainan, dengan membaca berbeda bisa menghilangkan kefasihan bahasa.

Contohnya, antara lain kata-kata yang harus diberikan dan dibaca tasdid pada salah satu hurufnya, seperti kata "hijjirahu" yang berarti tindak tanduk seseorang. Tanda baca lain, yang dicontohkan Ibnu as-Sikkit, yaitu kata yang tak perlu ada tasydid di salah satu hurufnya.

Contoh kecil adalah lafal "amin" yang kerap dibaca seusai imam shalat membaca surah al-Fatihah. Menurutnya, kata amin tidak perlu dibaca dengan tasydid sehingga berbunyi "ammin". Cukup dibaca tanpa tasydid, yakni amin. Contoh lain adalah kata mustawiyan yang berarti datar atau lurus, tidak usah dibaca mustawiyyan.

Pun begitu dengan kata "rafahiyah" yang berarti kesejahteraan, atau "karahiyah" yang berarti kebencian. Jika membaca kedua kata itu, tanpa menyertakan tasydid di huruf kedua sebelum huruf terkahir.

Minggu, 04 Maret 2012

GADAI EMAS KENA DENDA

Bank Indonesia menerbitkan surat edaran gadai emas yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/17/PBI/2008. Dalam aturan itu, bank sentral mengultimatum bank umum syariah yang menjalankan bisnis gadai emas tanpa izin akan terkena denda Rp35 juta.

"Bank syariah dan unit usaha syariah yang menjalankan produk Qardh beragunan emas sebelum memperoleh izin dari BI dikenai sanksi berupa teguran dan denda uang," kata Direktur Perbankan Syariah BI, Mulya Siregar, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2012.

Selain sanksi kepada bank umum syariah, Mulya juga menjelaskan, bank syariah atau unit usaha syariah yang menjalankan produk Qardh beragunan emas yang tidak sesuai dengan surat edaran tersebut, akan dapat dikenai sanksi berupa penghentian produk gadai emas.

Ketua Tim Pengaturan Perbankan Syariah BI, Bambang Kiswono, menambahkan, setiap bank yang sudah mendapatkan izin dari BI dikenakan wajib lapor minimal 10 hari sejak menerima surat edaran. Untuk diketahui, surat edaran telah dikeluarkan pada 29 Februari 2012.

"Kalau tidak lapor, maka akan dikenakan denda per hari. Ada denda keterlambatan bagi bank umum syariah sebesar Rp100 ribu hingga maksimal Rp1 juta per hari," tegasnya.

Sebelumnya, untuk mengurangi unsur spekulasi dalam gadai emas, BI mengeluarkan surat edaran yang mengatur tentang nilai pembiayaan gadai emas dan financing to value (FTV).

"FTV paling banyak 80 persen dari rata-rata harga jual emas 100 gram dan harga beli (buyback) emas PT Antam Tbk," ujar Mulya. (